
Guglielmo Vicario Gagalkan Deretan Peluang Emas AC Milan
Guglielmo Vicario tampil penting ketika Juventus menghadapi AC Milan pada pekan ketiga Serie A 2026/2027. Kiper Juventus tersebut beberapa kali menjaga gawangnya dari ancaman para penyerang Milan. Namun, Milan akhirnya tetap mampu mencetak gol melalui Alphadjo Cissé pada menit ke-68. Pertandingan tersebut kemudian berakhir imbang 1-1 setelah Federico Gatti menyamakan skor pada masa tambahan waktu.
Juventus dan Milan bermain dengan tempo tinggi sejak pertandingan dimulai di Allianz Stadium. Milan berusaha membangun serangan melalui Gonçalo Ramos dan dukungan pemain dari lini tengah. Sementara itu, Juventus mengandalkan pertahanan rapat untuk meredam pergerakan pemain lawan. Karena itu, Vicario harus tetap fokus menghadapi setiap ancaman yang datang.
Milan memang lebih banyak memegang bola pada beberapa fase awal pertandingan. Namun, peluang berbahaya justru lebih sering datang dari Juventus melalui serangan cepat. Vicario tetap menunjukkan ketenangan ketika Milan mulai meningkatkan tekanan. Selain itu, komunikasi dengan lini pertahanan membuat Juventus mampu menjaga area kotak penalti.
Pada pertandingan tersebut, Vicario menjadi penjaga gawang utama Juventus sejak menit pertama. Ia berada di bawah perlindungan Pierre Kalulu, Gleison Bremer, Jhon Lucumí, dan Zeki Çelik. Kombinasi tersebut membuat Milan kesulitan menemukan ruang tembak yang benar-benar bersih. Alhasil, pertandingan berlangsung tanpa gol hingga jeda.
Guglielmo Vicario meski demikian, Milan terus mencoba mengubah pola serangan setelah turun minum. Ruben Amorim kemudian memasukkan beberapa pemain baru untuk meningkatkan daya gedor tim. Salah satunya adalah Cissé yang akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Perubahan tersebut membuat Juventus harus bekerja lebih keras mempertahankan keunggulan.
Guglielmo Vicario Tampil Tenang, Cissé Akhirnya Pecahkan Kebuntuan
Guglielmo Vicario Tampil Tenang, Cissé Akhirnya Pecahkan Kebuntuan memasuki babak kedua, Juventus sempat mendapatkan peluang melalui Francisco Conceição. Tendangannya bahkan membentur tiang gawang dan membuat pertahanan Milan berada dalam tekanan. Namun, Juventus gagal memanfaatkan momentum tersebut menjadi gol pembuka. Sebaliknya, Milan perlahan menemukan celah melalui pergantian pemain.
Cissé masuk pada menit ke-61 untuk menggantikan Moreira. Hanya beberapa menit kemudian, pemain muda Milan tersebut berhasil mencetak gol pembuka. Ia menerima bola dari Samuel Chukwueze sebelum bergerak menuju sisi kiri kotak penalti. Kemudian, Cissé melepaskan tembakan kaki kanan menuju tiang jauh yang tidak mampu di jangkau Vicario.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Vicario tidak selalu mampu menghentikan seluruh ancaman Milan. Sebelumnya, penampilan kiper Juventus cukup solid sepanjang pertandingan. Namun, penyelesaian Cissé memiliki akurasi tinggi dan membuat peluang Vicario semakin kecil. Dengan demikian, Milan akhirnya unggul 1-0 setelah pertandingan berjalan cukup ketat.
Meski kebobolan, Vicario tetap mendapatkan apresiasi atas penampilannya secara keseluruhan. Ia mencatatkan penampilan penuh selama 90 menit untuk Juventus. Bahkan, sejumlah evaluasi pertandingan tetap menilai kontribusinya cukup penting. Sky Sport memberikan nilai 5,5 kepada Vicario setelah pertandingan tersebut.
Gatti Selamatkan Juventus Dari Kekalahan
Gatti Selamatkan Juventus Dari Kekalahan setelah tertinggal, Juventus meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Luciano Spalletti kemudian melakukan pergantian pemain demi memperkuat serangan pada menit-menit akhir. Federico Gatti masuk pada menit ke-89 untuk menggantikan Çelik. Pergantian tersebut akhirnya memberikan dampak besar bagi Juventus.
Pada menit ke-92, Gatti berhasil mencetak gol melalui sundulan keras. Ia memanfaatkan umpan silang Teun Koopmeiners dari situasi bola mati. Bola kemudian melewati penjagaan lini belakang Milan dan tidak mampu di hentikan Mike Maignan. Dengan demikian, Juventus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hasil tersebut membuat Juventus dan Milan sama-sama mengoleksi tujuh poin setelah tiga pertandingan. Juventus tetap mempertahankan catatan belum terkalahkan pada awal musim. Sementara itu, Milan juga belum mengalami kekalahan dalam tiga pertandingan pertamanya. Oleh karena itu, hasil imbang tersebut menjadi gambaran pertandingan yang berlangsung sangat seimbang.
Bagi Vicario, laga tersebut tetap menjadi pengalaman penting menghadapi lini serang Milan. Meskipun kebobolan satu gol, ia membantu Juventus bertahan hingga kesempatan menyamakan skor muncul. Selain itu, lini pertahanan Juventus tampil cukup solid sepanjang pertandingan. Dengan demikian, Vicario dan rekan-rekannya berhasil menghindari kekalahan di hadapan pendukung sendiri Guglielmo Vicario.